Showing posts with label PTM. Show all posts
Showing posts with label PTM. Show all posts

Pengertian dasar PTM

 
     

Pekerjaan PTM adalah suatu pekerjaan dimana sejumlah volume tanah tertentu dipindahkan dengan bantuan alat-alat mekanis. Pekerjaan ini melibatkan banyak variable yang perlu dimengerti dan dipahami, antara lain pengertian terhadap tanah.

Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis (PTM) yang berhubungan dengan sifat fisik tanah antara lain:

  •    Berat jenis dan volume tanah.
  •    Tingkat kekerasan
  •    Tingkat kohesifitas
  •    Bentuk tanah
  •    Tingkat kepadatan
  •    Gradasi tanah
  •    Kadar air
  •    Liquid limid, plastis limid, dan plestis indeks


Pembagian Alat Berat

 
     Alat berat dapat dibagi menurut dua kategori: berdasarkan penggerak utamanya, dan Berdasarkan fungsinya.

A. Pembagian Berdasarkan Penggerak Utama
Pembagian alat berat berdasarkan penggerak utamanya, dapat digolongkan menjadi dua yakni traktor roda kelabang (Crawler Tractor) dan traktor yang menggunakan roda ban (wheel tractor). 1. Traktor Roda Kelabang (Crawler Tractor) Crawler Tractor dibutuhkan jika antara roda dan permukaan tanah dikehendaki gesekan yang besar, serta mendapatkan tenaga maksimum pada waktu kerja, sebab Crawler Tractor tidak bisa selip, tetapi kecepatannya sangat rendah; kecepatan maksimum Crawler Tractor hanya sekitar 4,5 km/ jam. Umumnya Crawler Tractor
digunakan untuk menggusur tanah, contoh Crawler Tractor terdapat pada Gambar: 1.1 Kegunaan Crawler Tractor  terutama sebagai: - Tenaga penggerak untuk mendorong, misalnya: Buldoser, Loader. - Tenaga penggerak untuk penarik, misalnya: Scrapper, Sheep foot
roller.
- Tenaga penggerak alat angkut, misalnya: truck. - Tempat duduknya alat-alat berat lain, misalnya: Crane

PRODUKTIVITAS ALAT BERAT

 
      Untuk memperkirakan produksi alat beras secara teliti perlu dipelajari faktor-faktor yang secara
gesekan alat dan tanah yang terjadi. b. Kekerasan dari material yang digali. c. Kekasaran dan ukuran butiran tanah atau material yang digali. d. Adanya adhesi antara tanah dengan alat gali, dan kohesi antara butiran
tanah itu sendiri.
e. Berat Jenis tanah (terutama berpengaruh pada alat gali yang berfungsi sebagai alat muat, misalnya Power Shovel, Clamshell, Dragline dan
sejenisnya).
Besarnya tahanan gali (DR) tak dapat dicari angka reratanya, oleh karena itu biasanya langsung ditentukan di tempat.
langsungdapat mempengaruhi hasil kerja alat tersebut. Faktor-faktor tersebut meliputi: (1) Tahanan gali (Digging Resistance), (2) Tahanan guling atau tahanan gelinding (Rolling Resistance), (3) Tahanan kemiringan (Grade Resistance), (4) Koefisien Traksi, (5) Rimpull, (6) Percepatan, (7) Elevasi letak proyek, (8) Evisiensi Operator, (9) Faktor pengembangan atau pemuaian (Swell Factor), dan (10) Berat material. 1. Tahanan Gali (Digging Resistance) Tahanan gali (Digginr Resistance, sering disingkat DR) marupakan tahanan yang dialami oleh alat gali pada waktu melakukan penggalian material, penyebab timbulnya atahanan ini adalah: a. Gesekan antara alat gali dan tanah; umumnya semakin besar kelembaban dn kekerasan butiran tanah, maka semakin besar pula




Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis

 
Bab III PENGGUNAAN & KEMAMPUAN ALAT.pdf

Alat berat yang umum dipakai dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis ada tujuh macam yaitu:
- Buldoser - Power Scrapper
- Alat pengangkut (Hauling units) - Alat pemuat (Loading units) - Alat penggaru (Rooters/ Rippers) - Alat penggilas (Rollers)
- Graders

A. Buldoser
Alat ini merupakan alat berat yang sangat kuat untuk pekerjaan pekerjaan: penggalian tanah (excavator), mendorong tanah, menggusur tanah (dozer), membantu pekerjaan alat-alata muat, dan pembersihan lokasi (land clearing).
1. Kegunaan
Kegunaan Buldoser sangat beragam antara lain untuk:
- Pembabatan atau penebasan (cleraring) lokasi proyek. - Merintis (pioneering) jalan proyek. - Gali/ angkut jarak pendek. - Pusher loading. - Menyebarkan material. - Penimbunan kembali. - Trimming dan sloping
- Ditching
- Menarik - Memuat.
Sebagai alat pembabat atau penebang,  Buldoser mampu membersihkan lokasi dari semak-semak, pohon besar/ kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan/ membuang bagian tanah atau batuan yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan ini dapat dikerjakan sebelum pemindahan tanah itu sendiri dilakukan atau dikerjakan bersama-sama.
Alat  Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa          Page 25
Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM) 2009)  Hak Cipta © Sonny Wedhanto (dosen Jrs. Teknik Sipil- FT UM - E-mail:  s_wedhanto@yahoo.co.id

Pembabatan ada beberapa cara, tergantung dari keadaan lapangan; bila daerah itu hanya ditumbuhi semak dan pohon kecil dengan diameter yang kurang dari 10 cm, cukup langsung didorong. Kalau diameternya agak besar (10 cm < ∅ < 25 cm) dan
akarnya kokoh, ada dua cara untuk merobohkannya. - Didorong bebarapa kali dengan perlahan supaya bagian pohon yang kering gugur, lalu didorong secara mendadak dengan sedikit
mengangkat sudunya sampai pohon roboh.
- Pohon dilingkari dengan rantai lalu ditarik oleh dia buah Buldoser.
Jika diameter pohon itu lebih besar dari 25 cm, ada tiga cara yang dapat dilakukan. - Tanah disekeliling pohon digali supaya akar-akarnya putus, lalu
pohon didorong.
- Bila pohon tidak roboh, pohon dililit dengan rantai lalu ditarik Buldoser, tetapi jika di lokasi terdapat dua atau tiga Buldoser, lebih baik jika ditarik dengan Buldoser pada arah masing-masing menerong
agar supaya lebih aman.
- Jika dengan cara-cara di atas pohon itu tetap tidak roboh,  batang digergaji, kemudian tunggulnya diangkat dengan peledakan.
Jika di lokasi proyek terdapat bongkahan batu besar yang mengganggu pekerjaan, maka batu harus dicongkel dan didorong dari sebelah luar sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya sampai pada batas luar daerah kerja. Jika batu tersebut ada disebuah lembah, maka lerengnya harus digali dulu agar tidak terlalu curam, sebab ada kemungkinan Buldoser akan terbalik. Pioneering atau pekerjaan perintisan merupakan kelanjutan dari pekerjaan pembabatan/ penabasan. Pekerjaan merintis meliputi: pekerjaan perataan tanah, pembuatan jalan darurat untuk transportasi alat mekanis, dan jika perlu adalah pembuatan saluran air untuk drainase tempat kerja. Gali/ angkut jarak pendek adalah menggali lalu mendorong tanah galian itu ke suatu tempat tertentu, misalnya pada pembuatan jalan raya, kanal, dan sebagainya. Bila kondisi jalan tidak licin, penggunaan Buldoser roda karet akan lebih efisien. Jika dibandingkan dengan cara pemindahan tanah yang lain, pada tahap-tahap tertentu cara gali/ angkut menggunakan Buldoser tidak selalu ekonomis; penggunaan Buldoser untuk gali angkut sangat efisien jika: (1) jarak dorong Buldoser roda besi < 200 ft, dan untuk roda karet < 400 ft, pemakaian lebih dari itu sangat tidak efisien, dan (2) volume material yang akan dipindahkan  tak lebih dari 500 m3; jika lebih dari itu penggunaan Buldoser perlu dipertimbangakan lagi. Pusher loading, adalah membantu Power Scrapper konvensional (standar) dalam mengisi muatan. Bantuan Buldoser itu diperlukan untuk menambah tenaga agar diperoleh kecepatan pengisian yang lebih tinggi.





BIAYA KEPEMILIKAN DAN PENGOPERASIAN ALAT BERA

 
       Di dalam suatu proyek konstruksi alat-alat berat yang digunakan dapat berasal dari bermacam-macam sumber, antara alain alat berat yang dibeli oleh kontraktor, alat berat yang disewa-beli oleh kontraktor, dan alat berat yang disewa oleh kontraktor.

a. Alat berat yang dibeli oleh kontraktor
Kontraktor dapat saja membeli alat berat. Keuntungan dari pebelian ini adalah biaya pemakaian per jam yang sangat kecil jika alat tersebut digunakan secara optimal.  Dilihat  dari  segi  keuntungan  perusahaan,  kepemilikan  alat  berat merupakan suatu faktor yang penting karena kadang-kadang pemilik proyek melihat kemampuan suatu kontraktor berdasarkan alat yang dimilikinya.

b. Alat berat yang disewa-beli oleh kontraktor
Alat dapat disewa dari perusahaan penyewaan alat berat. Sewa-beli alat umumnya  dilakukan  jika  pemakaian  alat  berat  tersebut  berlangsung  dalam jangka waktu yang lama. Sewa-beli maksudnya adalah karena jangka waktu penyewaan yang lama maka pada akhir jasa penyewaan alat tersebut dapat dibeli oleh pihak penyewa. Biaya pemakaian umumnya lebih tinggi daripada memiliki alat tersebut, namun terhindar dari resiko biaya kepemilikan alat berat.
c. Alat berat yang disewa oleh kontraktor
Perbedaan  dari  alat  berat  yang  disewa  dengan  disewa-beli  adalah  dari lamanya penyewaan. Alat berat yang disewa umumnya dalam jangka waktu yang tidak lama. Biaya pemakaian alat berat sewa adalah yang tertinggi, akan tetapi tidak akan berlangsung lama karena penyewaan dilakukan pada waktu yang singkat.





Perhitungan Alat Berat

 
 Dalam pekerjaan-pekerjaan bangunan sipil yang besar sering kali dituntut penyelesaian yang cepat. Untuk
itu diperlukan penggunaan alat-alat berat yang sesuai dengan kondisi pekerjaan yang dilaksanakan. Kegiatan Pembangunan Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kota Palangka Raya sangat membutuhkan alat berat sangat untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan. Dalam kegiatan ini, salah satu pekerjaan yang menggunakan alat berat adalah pekerjaan penimbunan area parkir. Alat-alat berat yang digunakan dalam suatu pekerjaan biasanya saling terkait dengan alat-alat berat lainnya. Salah satu contohnya adalah pekerjaan pemindahan tanah mekanis (earth moving). Alat gali (excavator) diperlukan untuk menggali, mengangkat serta memuat tanah ke dalam alat pengangkut kemudian tanah diangkut ke lokasi kegiatan dengan alat pengangkut misalnya dump truck. Dalam menentukan laju produksi dari berbagai alat-alat berat tersebut terdapat asumsi-asumsi yang digunakan yaitu berupa teori-teori untuk memperoleh laju produksi yang optimal.