Pelayaran Sungai

 

1. Sejarah
  • Jaringan lalulintas air di Cina, abad ke 6 SM a.l. menghubungkan S. Yangtse dan S. Kuning 
  • S. Mahakam di Kalimantan, S. Musi di Sumatera sudah lama dikenal sebagai alur pelayaran sungai baik untuk transportasi, maupun untuk perdagangan.
  • 1987 Convention antar negara bagian Virginia dan Maryland untuk pelayaran di teluk Chesapeake & S. Potomac.
  • 1850  Jumlah terusan di AS sepanjang 4400 mil (7300 km)
  • 1977  Jalur pelayaran komersil di AS: 25.000 mil ( 40.000 km) - > 15.000 mil dengan kedalaman 3 m dan hampir 9.000 mil dengan kedalaman > 4 m.
  • 1974  Muatan dalam negeri di AS terbagi atas:
                          Air                                 - 17%
                         Kereta api                        - 39%
                         Kendaraan bermotor        - 23%
                         Pipa minyak                     - 21%

2.  Persyaratan bagi lintasan air
Faktor fisik yang mempengaruhi biaya angkutan air:
a. kedalaman alur: 

  • muatan dibatasi oleh kedalaman 
  • biaya lebih murah 25% bila kedalaman 1,5 m dibandingkan 0,6 m
b. lebar dan garis arah alur
c. waktu penutupan
d. kecepatan arus
e.  sarana terminal
           a.  Muatan dibatasi oleh kedalaman
                     Biaya lebih murah 25% bila kedalaman 1,5 m dibandingkan dengan kedalaman 0,6 m
          b.  Belokan tajam memberi batas pada panjang gandengan yang lewat.
          c. Waktu penutupan dari pintu air yang digunakan melintasi dua bagian yang tidak sama tingginya.
                  Pemisah bagian-bagian gandengan saat melewati pintu air.
d.  Kecepatan arus
          • Kecepatan tongkang di air tenang 9 ft/detik
          • Kecepatan arus 3 - 4 ft/detik


e.  Sarana terminal
          • Biaya kapal yang berlabuh bisa menjadi kecil bilamana fasilitas terminal lebih baik.

3.   Metode untuk membuat alur pelayaran
Tiga (3) metode pokok:       

           • Saluran terbuka
           • Pintu air dan bendungan
           • Kanalisasi

a. Saluran terbuka
 Penyempurnaan alur yang ada sampai layak dilayari
b. Pintu air dan bendungan
 Menciptakan rangkaian halang dengan aliran air lambat yang dapat dilewati lalu lintas, dengan pintu  air untuk menaikkan kapal dari kolam satu ke kolam lain
c. Kanalisasi: membuat alur yang sepenuhnya baru sehingga dua alur yang dapat dilayari dapat dihubungkan.

 Syarat bagi suatu sungai sebagai suatu alur pelayaran:
- Aliran cukup dalam satu tahun
- Penampang
- Garis arah tanpa belokan tajam
- Kemiringan alur kecil, kecepatan kecil
- Bahan dasar dan tebing memungkinkan penangan yang memuaskan


4.  Metode saluran terbuka
Untuk memanfaatkan sungai sebagai alur pelayaran dengan metode saluran terbuka maka diperlukan penyempurnaan dalam bentuk
a. waduk penampungan
b. pengerukan
c. bangunan penyempitan
d. pemantapan tebing
e. pelurusan
f. pembersihan halangan

a.  Waduk penampung
            - Mahal; tidak ekonomis bila hanya diperuntukkan bagi pelayaran saja.
            - Banjir; ditampung  dilepas pada musim kering

b.  Pengerukan
Untuk memperdalam alur pelayaran.
Dua jenis kapal keruk: Mekanik dan hidrolik

c.  Bangunan penyempitan
Pada kondisi tanah dasar sungai yang terdiri dari bahan berbutir kasar dengan kohesi rendah, maka alur akan tersebar  diperlukan bangunan alur yang lebih sempit agar air dapat mengalir lebih banyak.
Bila sedimen berat  alur diperbaiki dengan krib yang lolos air.
Bila sedimen ringan   krib kedap air.

d.  Pemantapan tebing
        o Terjadinya belokan
        o Perlindungan tebing: lapis penguat
e.  Pelurusan
        o Pembentukan sudetan
f.  Pembersihan halangan
       o Pembersihan halangan berupa batang pohon, tonggak, batu akan menghindari terjadinya beting.

5. Bendung Pelayaran
- Perbedaan dengan bendungan yang dikenal selama ini: tinggi bendungan ditetapkan atas dasar ciri alur bagian hulu dan bukan kapasitas tampungan.
- Pembendungan dilakukan untuk mendapatkan tinggi muka air yang cukup sehingga dapat dilayari.
- Lokasi pembendungan ditentukan sesuai kebutuhan alur yang akan dilayari.
- Pintu air disediakan untuk melewatkan kapal/tongkang.

Ada dua jenis bendungan untuk pelayaran:
              - Bendungan tetap
              - Bendungan gerak

6. Pintu air pelayaran
Dua hal yang utama:
- Ukuran pintu air
- Rencana/cara pengisian dan pengosongan
               o Dari samping
               o Dari depan
               o Dari bawah




Sumber>> berbagai Sumber
                 Gambar www.katariau.com

No comments:
Write komentar